Hal ini terungkap dalam Sosialisasi Kebijakan Pengadaan CASN 2024 oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), minggu lalu, Senin (29/7/2024).
Suherman mengungkapkan skenario ini akan dilaksanakan setelah adanya penetapan jabatan atau formasi yang dibuka di kementerian dan lembaga (K/L) oleh Menteri PANRB. Oleh karena itu, dia berharap K/L mulai mendetailkan formasi yang akan diisi.
Foto: Karyawati menunjukkan emas PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) di salah satu gallery penjualan emas di Jakarta, Selasa (16/7/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Harga emas terus turun sejak mencapai All Time High (ATH) pada awal Agustus di Rp1.433.000 per gram. Pelemahna hari ini menambah derita pemilik emas Antam. Emas Antam belum pernah naik dan dalam tren penurunan sejak 2 Agustus 2024 atau enam hari perdagangan. Selama enam hari perdagangan, harga emas Antam melemah Rp 34.000
Harga emas Antam saat ini juga menjadi yang terendah sejak 28 Juli 2024. Untuk pertama kalinya, harga emas Antam jatuh ke bawah Rp 1,4 juta sejak 28 Juli.
Koreksi dari level tertinggi tersebut jika ditarik muncul mencapai Rp34.000 yang kemudian membuat emas sudah meninggalkan level psikologis Rp1,4 juta per gram.
Sementara itu, harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) berada di posisi Rp1.246.000 per gram, turun lebih dalam sebanyak Rp20.000 dalam sehari.
Harga emas yang loyo ini terjadi seiring dengan harga emas dunia yang juga dalam tren koreksi selama empat hari terakhir.
Merujuk Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$ 2.389,37 per troy ons, ambruk 0,76% pada perdagangan Selasa (6/8/2024). Ambruknya harga emas kemarin menambah catatan negatif sang logam mulia.
Harga emas tetap anjlok meskipun ketidakpastian meningkat pesat di tengah penjualan saham secara besar-besaran.
Secara historis, emas biasanya melonjak begitu ketidakpastian ekonomi dan politik meningkat.
Amelia Xiao Fu, kepala pasar komoditas di BOCI, menjelaskan harga emas melemah karena dolar kembali naik. Indeks dolar kembali menguat setelah sembat terjerembab.
Indeks dolar ditutup di 102,969 pada perdagangan Selasa kemarin (6/8/2024), dari 192,689 pada Senin. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun juga naik menjadi 2,88% dari 3,78%.
DOSS akan melepas sebanyak-banyaknya 450 juta lembar atau 26,09% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran sebesar Rp135 per lembar.
Dalam debut perdananya, saham DOSS terbang 34,81% atau 47 poin ke level Rp 182 per saham
Nantinya, DOSS akan menggunakan 27,4% dari hasil IPO untuk belanja modal seperti sewa gerai dan pengembangan gerai baru, biaya ekspansi gerai lama di Ratu Plaza Mall termasuk biaya sewa seluas 3,000 m2.
Sementara sisanya, sekitar 72,6% untuk modal kerja kegiatan usaha utama perseroan dan operasional serta beban usaha 2024 dan 2025 di Ratu Plaza Mall, gerai baru di Banjarmasin, Semarang, Kendari dan Medan.
“Kami percaya bahwa dengan dukungan pasar modal, DOSS akan semakin kuat dalam mengembangkan ekosistem fotografi dan videografi di Indonesia,” ujarnya, Rabu (7/8).
Menurutnya, dengan pertumbuhan PDB yang stabil dan demografi penduduk yang muda dan dinamis, Indonesia menjadi pasar yang menarik bagi perusahaan-perusahaan retail kamera.
Potensi pasar fotografi dan videografi di Indonesia bernilai triliunan rupiah, hal ini tercermin dari kontribusi sektor ekonomi kreatif yang mencapai 82 juta dollar pada tahun 2023, atau setara dengan 8% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Adapun laba bersih DOSS untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023 naik 32,25% menjadi Rp 23,73 miliar. Tahun sebelumnya DOSS membukukan laba sebesar Rp 17,94 miliar. Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp 6,10 miliar atau 27,84%.
Dilansir dari Refinitiv, rupiah dibuka menguat 0,12% di angka Rp16.150/US$ pada hari ini, Rabu (7/8/2024). Hal ini senada dengan penutupan perdagangan kemarin (6/8/2024) yang juga menguat sebesar 0,12%.
Sementara DXY pada pukul 08:55 WIB naik 0,23% di angka 103,2. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan posisi kemarin yang berada di angka 102,97.
Pergerakan Rupiah
Pergerakan rupiah hari ini masih diselimuti sentimen nada dovish yang datang dari The Fed yang berujung pada meredanya kekhawatiran resesi di AS.
Komentar penolakan pejabat the Fed terhadap resesi tersebut setidaknya memberikan “angin segar” yang membuat kekhawatiran mereda.
Kendati demikian, survei CME FedWatch Tool tetap menunjukkan bahwa The Fed kemungkinan besar akan memangkas suku bunganya pada pertemuan September mendatang.
Jika hal tersebut benar terjadi, maka tekanan terhadap rupiah akan semakin minim.
Selain itu, pada hari ini juga pelaku pasar sedang menunggu data cadev yang akan dirilis Bank Indonesia (BI).
Disaat posisi cadev masih cukup mumpuni dan relatif stabil, maka hal ini akan menjadi sentimen positif bagi rupiah karena cadev yang besar akan memberikan ruang yang cukup bagi BI untuk menstabilkan nilai tukar mata uang Garuda ke depannya.
Akibatnya, bursa saham global dan beberapa aset investasi global pun berjatuhan kemarin. Ambruknya bursa saham disinyalir sudah terjadi sejak Jumat pekan lalu, ketika data tenaga kerja AS turun cukup drastis, membuat pasar khawatir. Adapun fenomena carry trade ini justru memperburuk sentimen pasar global.
Sebelumnya pada Senin (5/8/2024), bursa Asia-Pasifik pun berguguran, dengan Nikkei 225 Jepang memimpin koreksi yakni ambruk 12,4% di penutupan perdagangan.
Disusul KOSPI Korea Selatan yang juga ambruk hingga 8,77%. KOSPI pun sempat terkena trading halt atau penghentian perdagangan sementara akibar koreksinya yang cukup besar.
Namun pada Selasa (6/8/2024) mayoritas bursa Asia-Pasifik terpantau berhasil rebound. Nikkei pun memimpin dengan terbang 10,23%. Kemudian disusul TAIEX Taiwan yang melonjak hingga 3,38% dan KOSPI Korea Selatan yang melejit 3,3%.
Sedangkan untuk indeks Shanghai Composite China menguat 0,23%, ASX 200 Australia terapresiasi 0,41%, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,99%.
Sayangnya, indeks Hang Seng Hong Kong dan Straits Times Singapura masih melemah masing-masing 0,31%
Bursa Asia-Pasifik
Tak hanya bursa Asia-Pasifik, bursa Eropa juga merana Senin kemarin, dengan indeks Stoxx 600 Eropa menjadi yang terburuk di akhir perdagangan Senin kemarin yakni ambruk 2,17%.
Bursa Eropa juga sudah menghijau pada perdagangan Selasa (6/8/2024). Hanya bursa Prancis yang masih
Bursa Asia-Pasifik
Mirisnya, bursa Wall Street justru memperpanjang koreksi parahnya pada Senin kemarin, di mana ketiga indeks acuan Wall Street yakni Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite ambruk masing-masing 2,6%, 3%, dan 3,43%.
Namun, Wall Street dengan cepat berbalik arah pada Selasa kemarin (6/8/2024). Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 294,39 poin atau 0,76% menjadi 38.997,66. sementara Nasdaq Composite (.IXIC) tumbuh 1,03% atau 53,62 poin ke posisi 5.239,95. S&P 500 juga naik 1,03% ke posisi 5,239.
Carry trade adalah jenis perdagangan yang melibatkan investor meminjam mata uang negara yang suku bunganya rendah, seperti yen Jepang atau yuan China, dan menggunakannya untuk berinvestasi dalam mata uang yang suku bunganya lebih tinggi, seperti peso Meksiko.
Yen telah menjadi mata uang pendanaan paling populer dalam beberapa tahun terakhir karena suku bunga Jepang yang sangat rendah. Namun, negara ini baru keluar dari suku bunga negatif pada April lalu, beberapa tahun setelah bank sentral negara-negara Barat mulai secara agresif menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi.
Pergerakan Yen Jepang Terhadap Dolar AS
Kesuksesan carry trade bergantung pada mata uang pinjaman yang tetap murah dan volatilitas pasar yang tetap rendah. Kedua faktor tersebut telah merugikan investor dalam beberapa pekan terakhir karena nilai tukar yen melonjak dan pasar dilanda ketidakstabilan.
Hal ini tidak mungkin diestimasi secara pasti karena transaksi mata uang tidak dilacak secara terpusat seperti perdagangan di pasar saham. Namun ada beberapa cara untuk menilai popularitasnya.
Salah satunya adalah dengan melihat kontrak yang dilacak oleh regulator pasar berjangka. Data tersebut menunjukkan hedge fund dan investor spekulatif lainnya memegang lebih dari 180.000 kontrak yang bertaruh pada pelemahan yen, senilai lebih dari US$ 14 miliar pada awal Juli lalu, berdasarkan data CFTC. Pada pekan lalu, posisi tersebut telah dipotong menjadi sekitar US$ 6 miliar.
Proksi lainnya adalah dengan melihat pinjaman luar negeri bank-bank Jepang, yang mencapai US$ 1 triliun pada Maret lalu. Jumlah tersebut meningkat 21% dari tahun 2021, berdasarkan data dari Bank for International Settlements. Sebagian besar pertumbuhan pinjaman yen lintas negara baru-baru ini terjadi di pasar antar bank, di mana bank saling memberikan pinjaman, dan kepada perusahaan keuangan non-bank seperti manajer aset.
“Pinjaman semacam itu biasanya merupakan fungsi dari permintaan investor global terhadap carry trade yang didanai yen,” kata analis JPMorgan, kepada CNBC International.
Tentunya, lonjakan yen sebesar 7,5% selama sepekan terakhir telah menghantam para pelaku investasi carry trade di yen. Investor yang meminjam yen terkena margin call karena mata uangnya melonjak, yang berarti para bankir mereka menuntut lebih banyak agunan.
Amit-amit terjadi resesi di AS investasi apa yang dapat menjadi pelindung nilai aset para investor?
Emas
Emas bisa melindungi aset dari ketika dunia sedang berada dalam ketidakpastian ekonomi atau politik yang menyebabkan pasar lebih fluktuatif. Sebab harganya yang stabil dan tidak terdepresiasi seperti nilai uang. Inilah kenapa emas banyak dijadikan sebagai lindung nilai (hedging).
Risiko emas cenderung kecil karena tingkat volatilitasnya yang tidak besar. Sehingga aman menyimpannya dalam jangka panjang.
Saat resesi pada 2020, saat pandemi Covid-19 membuat dunia lumpuh, harga emas dunia di pasar spot melonjak 25,01%. Kala itu, emas jadi salah satu aset dengan kinerja terbaik.
Meskipun obligasi pemerintah tidak sepenuhnya tangguh selama resesi ekonomi, namun sifat beli-tahan (buy-and-hold) dan pembayaran kupon yang stabil, jelas menarik bagi investor yang tidak begitu menyukai volatilitas di pasar penuh risiko.
Saat tanda tanda resesi meningkat pada 2020, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) seri acuan tenor 10 tahun melonjak hingga 8,3%. Kemudian jatuh ke level 6% kala pemulihan terjadi.
Deposito
Deposito bisa mengamankan dana kita dalam tenor tertentu untuk meredam guncangan resesi yang membuat nilai uang tergerus.
Meskipun menawarkan imbal hasil paling moderat, tetapi deposito bisa jadi pilihan yang baik karena sifatnya yang lebih stabil.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,53% ke posisi 7.166,69. Selang sepuluh menit setelah dibuka, penguatan IHSG cenderung naik sedikit menjadi 0,58% ke 7.170,71. IHSG masih berada di level psikologis 7.100. Namun jika penguatan semakin kencang, potensi IHSG ke level 7.200-an lagi pun terbuka lebar.
Nilai transaksi indeks pada awal sesi I hari ini sudah mencapai sekitar Rp 716 miliar dengan volume transaksi mencapai 1,1 miliar lembar saham dan sudah ditransaksikan sebanyak 68.536 kali.
IHSG cenderung kembali menguat, di tengah cenderung sedikit membaiknya sentimen pasar global dan dalam negeri, setelah adanya nada dovish dari beberapa pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).
Seperti diketahui, bursa saham menjadi lautan merah pada Senin pekan ini karena aksi jual besar-besaran. Kondisi ini semula dikhawatirkan akan berlangsung lama. Namun, saham dengan cepat berbalik arah pada Selasa kemarin, meski beberapa terpantau masih melanjutkan koreksinya.
Pada hari ini, selain karena adanya nada dovish beberapa pejabat The Fed, pasar juga akan memantau rilis data neraca dagang China sampai cadangan devisa RI.
Para pejabat the Fed baru-baru ini memberikan komentar penolakan terhadap gagasan bahwa data tenaga kerja yang lemah dapat menyebabkan kemerosotan ekonomi alias resesi.
Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, juga mengingatkan jika ambruknya saham pada pekan lalu dan Senin tidak bisa memaksa The Fed untuk memangkas suku bunga sesuai keinginan pasar. The Fed tetap bergerak sesuai data yang berkembang.
“Tidak ada dalam mandat Fed yang bertujuan untuk memastikan bahwa pasar saham merasa nyaman,” kata Goolsbee, dalam wawancara dengan New York Times.
Meski begitu, pada kemarin VIX indeks sudah kembali turun dengan cepat yang menunjukkan pemulihan pasar keuangan, termasuk IHSG sampai rupiah.
Pemulihan gerak pasar yang cepat, salah satunya dipengaruhi komentar para petinggi The Fed yang menolak gagasan bahwa data tenaga kerja yang lemah dapat menyebabkan kemerosotan ekonomi alias resesi
Komentar penolakan pejabat The Fed terhadap resesi tersebut setidaknya memberikan “angin segar” yang membuat kekhawatiran mereda.
Melansir dari Reuters, beberapa dari mereka juga tidak tinggal diam, mereka juga menegaskan bahwa The Fed perlu segera memangkas suku bunga untuk menghindari potensi kemunduran ekonomi.
Pelaku pasar kini membaca peluang sekitar 75% bahwa Fed akan memotong suku bunga sebesar 50 basis poin (bp) pada September. Menurut alat FedWatch dari CME Group Investor mengestimasi Fed Funds Rate (FFR) pada akhir tahun mencapai 4,25 – 4,50%.
Beralih ke domestik, akan ada rilis data cadangan devisa untuk periode Juli 2024 yang akan diumumkan oleh Bank Indonesia (BI) pada pagi ini sekitar pukul 10,00 WIB.
Posisi cadangan devisa diperkirakan bisa turun lantaran dipengaruhi prospek pelemahan permintaan ekspor dan kinerja rupiah yang mengecewakan bulan lalu.
Salah satunya dari pelemahan permintaan ekspor ke AS, meskipun ekspor Indonesia ke AS tidak sebesar ke China, tetapi bahan baku atau barang setengah jadi yang dikirim ke China juga akan diolah dan berakhir di AS lagi.
Melihat dari sisi makro, pelemahan ekspor ke AS ini disinyalir karena daya beli yang turun di tengah kondisi pasar tenaga kerja yang mengecewakan di tambah kondisi manufaktur yang masih terkontraksi.
Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2024 sebesar US$ 140,2 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Mei 2024 sebesar US$ 139,0 miliar.
Foto: Sejumlah kendaraan antre untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di SPBU kawasan Jakarta, Rabu (1/3/2023). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Sejatinya, harga keekonomian BBM jenis Pertamax sudah bukan lagi Rp 12.950 per liter. Jika ingin melihat harga BBM keekonomian sejenis Pertamax atau RON 92 bisa dilihat dari SPBU kompetitor Pertamina seperti Shell Super milik Shell Indonesia, kemudian BP 92 milik BP-AKR dan Revvo 92 milik Vivo Energy Indonesia.
Lantas, sebenarnya berapa harga asli alias harga keekonomian dari BBM jenis Pertamax (RON 92) pada periode Agustus 2024 ini?
Harga BBM dengan RON 92 kini sudah berada di kisaran Rp 13.850 sampai Rp 14.520 per liter. Artinya, harga jual BBM Pertamax masih jauh lebih rendah dengan harga jual BBM sejenis di SPBU lainnya.
“PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum,”
Berikut daftar harga BBM, berlaku sejak 2 Agustus 2024:
BBM Pertamina DKI Jakarta:
Solar Subsidi: Rp 6.800/liter
Pertalite: Rp 10.000/liter Pertamax: Rp 12.950/liter Pertamax Green 95: Rp 15.000/liter Pertamax Turbo: Rp 15.450/liter Dexlite: Rp 15.350/liter Pertamina Dex: Rp 15.650/liter
BBM Shell:
Shell Super (RON 92): Rp14.520/liter Shell V Power (RON 95): Rp15.370/liter Shell V Power Diesel: Rp 15.810/liter Shell Diesel Extra: Rp15.480/liter (hanya di Jawa Timur) Shell V-power Nitro: Rp15.600/liter (kecuali di Jawa Timur)
BBM BP-AKR: BP Ultimate: Rp 15.370/liter BP 92: Rp 13.850/liter BP diesel: Rp 15.480/liter (hanya di Jawa Timur) BP Ultimate Diesel: Rp 15.810/liter (hanya di Jawa Timur)
Anak muda kaum generasi Z kini mudah putus asa saat mendapat tekanan di dunia kerja. Tingkat depresi generasi Z pun lebih tinggi dibandingkan generasi lainnya padahal jam kerjanya lebih sedikit.
Menurut laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi depresi Indonesia sebesar 1,4% pada 2023.
Generasi Z mudah depresi terutama saat berada di lingkungan pekerjaan yang keras. Dimana status tingkat depresi tertinggi berdasarkan status pekerjaannya, pegawai swasta menempati posisi kelima atau keenam dengan angka prevalensi berada di 1%.
Padahal jika melihat dari jam kerja yang ada di Indonesia, negara kita menempati jam kerja terpendek kedua di Asia Tenggara.
Berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, jam kerja di Indonesia diatur sebagai berikut:
1. Jam kerja normal: Maksimal 7 jam per hari dan 40 jam per minggu untuk 6 hari kerja dalam seminggu, atau 8 jam per hari dan 40 jam per minggu untuk 5 hari kerja dalam seminggu.
2. Lembur: Jam kerja lembur diperbolehkan maksimal 3 jam per hari dan 14 jam per minggu, dengan syarat-syarat tertentu dan kompensasi yang sesuai.
Meski berpotensi mendatangkan banyak keuntungan, investor harus tahu bahwa investasi saham juga memiliki risiko yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pergerakan harga saham pun seringkali dipengaruhi oleh faktor ekonomi global maupun nasional.
Sebagai contoh, kebijakan kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed di Amerika Serikat ternyata diikuti oleh kenaikan suku bunga acuan di dalam negeri oleh Bank Indonesia. Kebijakan seperti ini turut mempengaruhi kinerja sejumlah emiten di pasar modal.
Hal ini menandakan kinerja harga saham di pasar modal sangat erat kaitannya dengan dinamika kondisi makroekonomi. Alhasil, investor harus rajin mencari tahu informasi terkait perkembangan ekonomi nasional dan global agar dapat mengambil keputusan investasi saham yang lebih tepat dan bijaksana.
Melihat hal itu, CNBC Indonesia kembali menggelar Kelas Cuan yang membahas pengenalan investasi saham. Acara Stock Market Mastery ini akan mengangkat tema “Cari Tahu Hubungan Makro Ekonomi dan Pasar Saham” secara daring melalui platform zoom. Pelaksanaannya akan dilakukan Sabtu, 31 Agustus 2024 pada pukul 09.30-11.30 WIB.
Perlu diketahui, kelas ini akan mengupas tuntas terkait pasar saham bersama Financial Expert CNBC Indonesia, yakni Olivia Louise. Dengan begitu, para peserta bisa mendapatkan segudang ilmu investasi dari seorang profesional yang berpengalaman.
Bagi Anda yang ingin cuan dari hasil investasi saham bisa banget untuk bergabung dengan kelas cuan tersebut dengan biaya Rp 50 ribu dan mendapatkan free certificate. Jadi jangan sampai ketinggalan Sobat CNBC Indonesia. Yuk daftar di sini.