EASA mengatakan adanya resiko pesawat non-Eropa menjadi sasaran sistem pertahanan udara Moskow secara tidak sengaja, terkenal roket atau rudal. Badan ini memberikan contoh kecelakaan pesawat Azerbaijan Airlines bulan lalu di Kazakhstan, setelah pertahanan udara Rusia menembaki pesawat nirawak Ukraina, membuat 38 orang tewas.
“Konflik yang sedang berlangsung setelah invasi Rusia ke Ukraina menimbulkan risiko pesawat sipil menjadi sasaran secara tidak sengaja di wilayah udara Federasi Rusia karena kemungkinan kekurangan koordinasi sipil-militer, dan potensi kesalahan identifikasi,” kata EASA, seperti dikutip Reuters pada Jumat (10/1/2025).
“EASA merekomendasikan untuk tidak beroperasi di wilayah udara Federasi Rusia yang terkena dampak yang terletak di sebelah barat garis bujur 60 derajat Timur di semua ketinggian dan level penerbangan,” tambahnya.
Peringatan itu ditujukan untuk operator negara ketiga yang diberi wewenang oleh EASA. Mengingat wilayah udara Rusia telah ditutup untuk maskapai penerbangan Uni Eropa sejak blok tersebut memberlakukan sanksi terkait Ukraina yang menargetkan sektor penerbangan Rusia.
Empat sumber yang mengetahui temuan awal investigasi Azerbaijan mengatakan kepada bahwa pertahanan udara Rusia secara keliru menembak jatuh pesawat itu. Penumpang mengatakan mereka mendengar suara ledakan keras di luar pesawat.
Presiden Vladimir Putin sebelumnya telah meminta maaf kepada pemimpin Azerbaijan atas insiden tersebut. Meskipun pernyataan Kremlin tidak mengatakan Rusia telah menembak jatuh pesawat itu, hanya mencatat bahwa kasus pidana telah dibuka.
Perubahan usia pensiun itu akan jadi rujukan dalam pemanfaatan program Jaminan Pensiun yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
Atas kebijakan baru pemerintah itu, Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) Mirah Sumirat pun buka suara. Dia mengatakan, ada dua dampak yang akan disebabkan oleh kebijakan yang diatur dalam Pasal 15 Peraturan Pemerintah (PP) No 45/2015 tentang Penyelenggara Program Jaminan Pensiun tersebut.
“Ada dua sisi, yaitu pekerja/ buruh akan terus mendapatkan kepastian pekerjaan dengan masih menerima upah. Tapi ada sedikit kekhawatiran lain, yaitu bagaimana tentang produktifitas? Karena bekerja dengan usia yang lama tentu fisik dan mental akan menurun dan akan mempengaruhi produktifitas hal ini khususnya terutama bagi pekerja/ buruh yang bekerja dengan mengandalkan fisik,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (9/1/2025).
Di sisi lain, dia mempertanyakan nasib pekerja/ buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sebelum memasuki usia pensiun.
“Contoh saat usia 40 tahun sudah di-PHK, maka masih ada waktu tersisa 19 tahun untuk mencapai usia pensiun 59 tahun. Tentu buruh/ pekerja tersebut harus menunggu waktu yang sangat lama untuk bisa menerima dana pensiunnya,” tukasnya.
“Artinya pekerja/buruh akan kehilangan kesempatan menjadikan (dana pensiun) sebagai peluang untuk membangun ekonomi dan membantu finansial mereka. Terutama yang sangat membutuhkan untuk keperluan jangka pendek. Hal ini perlu dicarikan solusinya, sehingga tidak merugikan pekerja/ buruh,” kata Mirah.
Belum lagi, dia mengingatkan adanya persoalan lain, yakni masih banyak perusahaan yang belum mematuhi peraturan perundangan dalam hal penetapan usia pensiun.
“Banyak Perusahaan yang menetapkan usia pensiun buruh/ pekerjanya di bawah usia pensiun yang telah diatur oleh perundangan. Ada perusahaan yang menetapkan usia pensiun 40 tahun, 45 tahun, 50 tahun, 55 tahun. Parahnya, perusahaan mengatur hal ini dalam Perjanjian Kerja Bersama. Seharusnya ini menjadi perhatian khusus oleh Pemerintah agar menindak tegas perusahaan yang melakukan pelanggaran perundangan,” ungkap Mirah.
Di sisi lain, dia juga menyoroti besaran uang pensiun yang menurutnya masih sangat kecil alias tidak memadai.
“Rekomendasi dari ILO (badan buruh PBB) sistem dari dana pensiun memberikan penggantian penghasilan yang memadai, sehingga pekerja bisa mempertahankan hidup layak setelah pekerja pensiun,” ujarnya.
“Yang terjadi saat ini, dana pensiun yang diterima paling sedikit didapatkan sebesar Rp300.000 untuk setiap bulan dan paling banyak didapatkan sebesar Rp3.600.000 per bulan. Dan besaran manfaat pensiun paling sedikit dan paling banyak disesuaikan setiap tahun berdasarkan tingkat inflasi umum Tahun sebelumnya, pasal 18 ayat 3,” tukas Mirah.
Seharusnya, kata Mirah, jaminan sosial yang baik dan layak bagi Pekerja/Buruh memberikan manfaat yang sangat banyak bagi buruh/ pekerja setelah tidak bekerja.
“Buruh/ Pekerja sudah membayar pajak pada saat dia masih produktif. Tentu hal itu harus dikembalikan pada saat mereka sudah tidak mampu bekerja, sehingga bisa hidup layak,” tutupnya.
Berita duka itu terkonfirmasi dalam unggahan di akun Instagram resmi miliknya.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah kembali ke pangkuanNya Nurul Qomar bin Achmad Yusri, sore hari tadi pukul 17.21 tanggal 8 Januari 2025 di RSUD Kab. Tangerang,” demikian bunyi berita duka tersebut.
“Abah akan terlebih dahulu singgah di Kampung Korelet, Desa Ranca Kalapa, Kabupaten Tangerang.”
Dalam unggahan itu disebutkan, Qomar akan dimakamkan di TPU Carang Pulang, Kabupaten Tangerang. Pemakaman akan digelar hari Kamis, 9 Januari 2025.
“Kami keluarga besar Abah Qomar, memohon maaf atas kekhilafan Abah semasa hidup baik disengaja maupun tidak disengaja. Kami juga memohon doa agar Abah dilapangkan kuburnya, diampuni dosa-dosanya, dan diterima amal ibadahnya,” tulis unggahan tersebut.
Mengutip detikpop, Qomar disebutkan sempat dirawat sejak 23 Desember 2024 di RSUD Tangerang, Banten.
Sebelumnya Qomar juga pernah dirawat pada 2021. Lalu enam bulan yang lalu, Qomar mengalami masalah pada ususnya lagi dan menjalani kemoterapi.
Istri Qomar, Siti Maryam menjelaskan, kondisi Qomar kembali mengalami masalah karena efek kemoterapi.
“Jadi abah tuh kemarin tanggal 23 kemo ke delapan. Kata dokter livernya kena. Saat ini belum tahu, nunggu kabar (tindakan)” kata Siti Maryam lagi, dikutip dari detikpop, Rabu (8/1/2025).
Meski begitu, BMKG mengeluarkan peringatan dini ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah-wilayah di pulau Jawa.
Dalam keterangan resmi dirilis Selasa (7/1/2025), BMKG mengungkapkan hasil analisisnya. Suspect Area berupa gangguan tropis yang terpantau sejak tanggal 3 Januari 2025, telah menjadi Bibit Siklon Tropis 97S pada 7 Januari 2025 pukul 07.00 WIB.
Posisinya ada di wilayah Samudera Hindia selatan Jawa Timur, tepatnya di 11.2 LS, 113.9 BT dengan kecepatan angin maksimum 15 knot (28 km/ jam) dan tekanan udara minimum sekitar 1008 hPa.
BMKG memperingatkan dampak Bibit Siklon Tropis 97S dalam 24 jam (7 Januari 2025 pukul 07.00 WIB – 8 Januari 2025 pukul 07.00 WIB):
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang:
Banten bagian selatan
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Gelombang laut tinggi (1,25-2,5 meter, moderate sea)
Hal tersebut menyusul diterbitkannya Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) oleh pemerintah.
Gus Yahya membeberkan bahwa nama perusahaan yang akan mengelola tambang tersebut yakni PT Berkah Usaha Muamalah Nusantara atau PT BUMN. Nantinya, perusahaan yang dikelola oleh koperasi NU tersebut akan menggarap tambang di Kalimantan Timur dengan luasan lahan hingga 26 ribu hektar.
“Sesuai dengan yang disyaratkan Peraturan Presiden itu, kami sudah membentuk satu badan usaha yang dimiliki oleh koperasi. Koperasi itu adalah koperasi milik PBNU bersama dengan pengurus dan warga. Namanya BUMN,” kata Gus Yahya dalam Konferensi Pers secara virtual, dikutip Senin (6/1/2025).
Gus Yahya mengatakan, meski WIUPK telah terbit, pihaknya masih perlu menyiapkan berbagai rangkaian persyaratan untuk memulai kegiatan eksplorasi. Terlebih, untuk menjalankan aktivitas ini, membutuhkan investasi yang tergolong tidak sedikit.
“Sekarang izin untuk eksplorasi itu saja masih baru diproses. Kita belum bisa, sebelum ada izin untuk eksplorasi. Ini masih dalam prosesnya lah,” kata dia.
Di samping itu, ia juga belum dapat menggambarkan desain rencana pengembangan hilirisasi batu bara usai mendapatkan izin tambang. Namun yang pasti, ia menekankan bahwa kegiatan ini jangan sampai membuat NU merugi.
“Karena belum sungguh sungguh mulai. Tentu saja itu nanti tergantung bagaimana kalkulasi mengenai investasi bisnis yang bisa dijalankan. Jangan sampai lah kita bisnis selalu seolah-olah dapat konsesi lalu NU Rugi kan ya jangan sampai. Tentu saja harus tetap ada keuntungan dan pengembangannya bagaimana,” tuturnya.
Tidak hanya membawa keuntungan besar bagi negara, industri ini juga melambungkan nama sejumlah pengusaha sawit ke jajaran orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Berikut daftarnya dikutip dari berbagai Sumber.
1. Martua Sitorus
Martua Sitorus berada di peringkat 14 sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes tahun lalu. Menurut data real time billionaires Forbes, saat ini dia memiliki kekayaan bersih sebesar 2,7 miliar dolar AS atau Rp 39 triliun.
Pada 1991, dia bersama dengan Kuok Khoon Hong mendirikan Wilmar. Saat awal berdiri, perusahaan ini memiliki kurang dari 10.000 hektare (ha) kebun kelapa sawit di Sumatera Utara.
Perusahaannya terus berkembang hingga ratusan ribu ha dan tercatat memiliki banyak pabrik pengolahan minyak sawit. Orang ter bahkan mendapatkan julukan sebagai Raja Minyak Sawit Indonesia.
Wilmar adalah salah satu pemilik perkebunan kelapa sawit terluas di dunia dengan total lahan tanam mencapai 232.053 ha pada akhir tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 65 persen kebun sawit di Indonesia; sekitar 26% di Malaysia timur, dan sisanya atau 9 persen ada di Afrika.
2. Anthoni Salim
Anthoni Salim menempati peringkat ke-3 orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2021. Adapun kekayaannya saat ini sebesar 8,5 miliar dolar AS atau Rp122,7 triliun.
Sumber kekayaan Anthoni Salim tidak hanya berasal dari produk mi instan, Indomie, tapi juga dari kelapa sawit.
Diketahui Bisnis kelapa sawit keluarga Salim dijalankan lewat perusahaannya Indofood Agri Resources Ltd. Sementara di bawah Grup Salim, ada beberapa perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit, seperti PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).
Beberapa tahun ke belakang, Grup Salim mengakuisisi banyak perusahaan kelapa sawit yang membuat lahan miliknya menjadi makin luas.
3. Sukanto Tanoto
Sukanto Tanoto berada peringkat ke-21 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2021. Kekayaannya saat ini tercatat sebesar 1,9 miliar dolar AS atau Rp 27,4 triliun.
Dia yang memulai bisnisnya pada 1967 sebagai pemasok suku cadang dan pengusaha di bidang jasa konstruksi untuk industri minyak, kini dikenal sebagai konglomerat pemilik grup usaha Royal Golden Eagle International (RGEI) yang dulu dikenal sebagai Raja Garuda Mas yang berbasis di Singapura.
RGEI bergerak di berbagai industri, diantaranya kertas dan pulp (Asia Pacific Resources International Holding Ltd), dan industri perkebunan kelapa sawit (Asian Agri dan Apical).
4. Ciliandra Fangiono
Ciliandra merupakan orang terkaya paling muda dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes tahun lalu. Pengusaha 45 tahun ini berada di posisi 24. Kekayaannya saat ini tercatat sebesar 1,83 miliar dolar AS atau Rp 26,4 triliun.
Dia adalah CEO First Resources Ltd, perusahaan yang tercatat di bursa efek Singapura. Perusahaan ini diketahui banyak menguasai ratusan ribu ha lahan sawit di Indonesia.
5. Peter Sondakh
Peter Sondakh berada di peringkat 20 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2021. Saat ini, kekayaannya sebesar 2 miliar dolar AS atau Rp28,9 triliun.
Dia Kepala Rajawali Corpora, perusahaan investasi yang portofolionya mencakup hotel, media, dan pertambanga. Dia juga memiliki perusahaan properti Grup Rajawali Property. Selain itu, dia pun memiliki Perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).
6. Theodore Rachmat
Theodore Rachmat berada di posisi 15 orang terkaya versi Forbes tahun lalu. Adapun kekayaannya saat ini tercatat sebesar 3,4 miliar dolar AS atau Rp 49,1 triliun.
Theodore Rachmat yang akrab dipanggil dengan Teddy ini mendirikan grup Triputra pada 1998. Saat ini, grup tersebut memiliki empat lini bisnis, termasuk agribisnis, manufaktur, dan pertambangan. Dia menjalankan bisnis sawitnya melalui PT Triputra Agro Persada.
7. Hashim Djojohadikusumo
Adik dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ini berada di peringkat 40 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2021. Kekayaan Hashim saat ini mencapai 685 juta dolar AS atau Rp 9,9 triliun.
Dia memiliki Arsari Group yang bergerak di berbagai sektor mulai dari perkebunan kelapa sawit, pertambangan, pulp dan kertas, jasa logistik dan kargo.
8. Arini Subianto
Dalam daftar Forbes tahun lalu, Arini berada di peringkat ke-44 orang terkaya di Indonesia. Sementara saat ini, kekayaannya tercatat senilai 975 miliar dolar AS atau Rp 14,1 triliun.
Arini adalah putri sulung taipan Benny Subianto, yang telah wafat pada Januari 2017. Setelah sang ayah meninggal dunia, dia mengambil alih kendali kerajaan bisnisnya.
Arini adalah presiden direktur perusahaan induk keluarga, Persada Capital Investama. Dia mengawasi investasi Persada di produk pengolahan kayu dan kelapa sawit hingga karet dan batu bara.
9. Putera Sampoerna
Dalam daftar orang terkaya Forbes 2021, Putra Sampoerna berada di peringkat 25. Adapun kekayaan kini mencapai 1,8 miliar dolar AS atau Rp 26 triliun. Awalnya Putera Sampoerna dikenal sebagai bos perusahaan rokok PT HM Sampoerna Tbk, namun dia melepasnya ke Philip Morris seharga 2 miliar dolar AS pada 2005.
Setelah itu, dia mulai fokus mengembangkan bisnis investasi lewat Sampoerna Strategic yang bergerak di bidang bisnis keuangan, properti, telekomunikasi, kayu, dan perkebunan. Putra Sampoerna diketahui pemilik PT Sampoerna Agro Tbk yang menguasai lebih dari 100.000 ha kelapa sawit di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.
10. Bachtiar Karim
Bachtiar Karim berada di posisi 10 orang terkaya Indonesia versi Forbes tahun lalu. Kekayaannya saat ini tercatat sebesar 3,5 miliar dolar AS atau Rp 50,5 triliun. Kekayaannya bersumber dari perusahaan sawit yang dimilikinya. Bersama dengan saudaranya, Burhan dan Bahari, Bachtiar menjalankan Musim Mas, salah satu perusahaan sawit terbesar di Indonesia.
Penjualan sawit mereka mencapai 6,9 miliar dolar AS pada 2020. Musim Mas didirikan pada 1972. Perusahaan tersebut berdiri setelah dua tahun keluarga Karim membuka kilang minyak sawit pertama di Indonesia pada 1970.
11. Susilo Wonowidjojo
Susilo Wonowidjojo berada di peringkat orang terkaya ke-7 dalam daftar Forbes tahun lalu. Kekayaan Susilo saat ini mencapai 4,8 miliar dolar AS atau Rp 69,3 triliun.
Dia mengawali karier sebagai pebisnis rokok Gudang Garam. Kemudian masuk ke bisnis perkebunan kelapa sawit lewat perusahaannya PT matahari Kahuripan Indonesia atau Makin Group. Perusahaan miliknya tersebar di Provinsi Jambi dan Kalimantan Tengah.
12. Keluarga Widjaja
Keluarga Widjaja berada di peringkat ke-2 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2021. Kekayaan keluarga Widjaja saat ini sebesar 9,7 miliar dolar AS atau setara Rp 140 triliun.
Keluarga Widjaja mewarisi kerajaan bisnis yang dirintis oleh Eka Tjipta Widjaja yang meninggal pada Januari 2019 pada usia 98 tahun. Keluarga Widjaja tercatat sebagai pemilik Sinar Mas Group.
Sinar Mas Group merupakan produsen minyak goreng terbesar di Indonesia dengan merek Filma. Selain itu, juga memiliki perusahaan penghasil sawit terbesar di dunia Golden Agri-Resources.
Jika diperhatikan, kebanyakan remaja pada zaman dulu memiliki tampang yang lebih tua dibanding dengan remaja seusia mereka yang hidup pada era digital.
Ambil contoh foto anak SMP yang tertera pada pencarian Google berupa “Anak SMP zaman dulu.” Tertera ada sekelompok bocah dengan balutan seragam putih-baru khas anak SMP berusia 12-15 tahun. Mereka berfoto dengan tampilan wajah berkumis, rambut tebal agak gondrong, berbadan cukup besar serta memakai celana biru ketat.
Lantas, apa alasan yang membuat ABG pada masa lalu nampak lebih tua dibanding remaha seusia mereka di masa kini?
Ada dua alasan utamanya. Pertama karena alasan bias seleksi.
Jika disandingkan dengan masa sekarang, umumnya anak SMP zaman sekarang tampil tanpa kumis dan jenggot, serta rambut tak boleh gondrong. Terlebih, tampilan itu sering dibalut dengan wajah glowing berkat skincare, rambut yang keren, serta mode berpakaian modern.
Perbedaan inilah yang membuat kita menganggap foto zaman dahulu berisi orang tua. Meski demikian, perbedaan itu sebenarnya bisa dijawab dengan argumen sederhana. Bahwa, tidak seharusnya kita melihat masa lalu dari sudut pandang masa kini, yang menurut Michael Stevens dari Vsauce disebut sebagai bias seleksi.
Ambil contoh lagi gaya mode anak SMP tahun 1970-an, Mereka dan rambut agak gondrong yang meninggi di poni serta kumis tebal itu adalah hal wajar di masanya. Mungkin, itu terjadi karena pengaruh gaya hidup mereka dipengaruhi oleh hal-hal yang viral di waktu mereka hidup.
Seperti mengikuti gaya rambut Elvis Presley atau mengikuti berpakaian ala Rhoma Irama, yang keduanya sempat viral di tahun 1970 hingga 1980-an. Jadi, hal wajar apabila mereka mengikuti arus keramaian pada saat itu.
Fenomena seperti ini juga terjadi di masa kini di saat banyak orang mengikuti trend yang disebarkan oleh influencer di media sosial. Tentu jika kita bergerak maju 1-5 tahun dari waktu trend itu muncul, kita pasti berpikir tingkah laku seperti itu sudah ketinggalan zaman, kuno, dan aneh.
Alasan kedua yang menyebabkan pandangan ini terjadi yakni faktor biologis. Faktor ini diungkap pada 2018 lalu oleh tim peneliti gabungan dari Yale School of Medicine dan University of Southcaroline dengan riset bertajuk “Is 60 the New 50? Examining Changes in Biological Age Over the Past Two Decades.”
“Koperasi susu itu identifikasi kita kan ada 1,3 juta liter per hari kemampuan koperasi susu Indonesia,” katanya di Kawasan Istana Bogor, Jumat (3/1/2025).
“1,3 juta liter per hari kalau saya katakan satu orang minum susu 200 mili liter, atau 0,5 liter itu berarti kemampuan koperasi kita baru 6,5 juta orang bagi penerima makan berigizi gratis. Jadi perlu ada peningkatan kepasitas,” sambungnnya.
Ia mengatakan saat ini sudah berkomunikasi dengan Badan Gizi Nasional hanya itu yang bisa disuplai oleh koperasi susu Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Budi Arie juga mengatakan peran Menkop pada program unggulan Prabowo ini akan mengarahkan bahan baku kebutuhan pangan melalui koperasi. Setidaknya ada 1.923 koperasi yang siap berkontribusi dalam penyelenggaraan makan bergizi gratis.
“Ada datanya kok, itu termasuk koperasi telur berapa, koperasi sayur, koperasi beras dan lainnya,” katanya.
Selain itu ia juga mengungkapkan arahan dari Presiden Prabowo, agar program makan bergizi gratis ini menggunakan bahan baku asli Indonesia.
“Arahan presiden ini harus bahan bakunya dari Indonesia. Dari desa, sehingga bisa menggerakan ekonomi masyarakat, bukan impor,” kata Budi Arie.
Rosan memberikan laporan mengenai proyeksi investasi hingga 2029 mendatang untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8%.
“Tadi saya hanya melaporkan untuk investasi ke depannya dari tahun 2025 sampai 2029, ini akan meningkat secara bertahap di tahun 2025. Investasi diharapkan jadi Rp 1.905 triliun dengan total investasi dari 2025 – 2029 itu kurang lebih Rp 13.032 triliun,” kata Rosan kepada wartawan.
Rosan mengatakan banyaknya investasi masuk ke Indonesia akan menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas, juga berkontribusi sebagai penggerak ekonomi.
Hal ini juga sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi Presiden Prabowo Subianto sebesar 8%. Sehingga investasi harus meningkat secara bertahap hingga di 2029 mencapai Rp 3.414 triliun.
“Terutama dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029 seperti yang dicanangkan oleh Kementerian Bappenas. Sehingga pada tahun 2029, investasi yang diharapkan nanti masuk itu mencapai pertumbuhan 8% adalah Rp 3.414 triliun (di 2029), dalam rangka mencapai pertumbuhan 8%,” kata Rosan.
Selain itu, Rosan juga bicara mengenai kontribusi investasi ke di terhadap ekonomi Indonesia dengan Prabowo. Menurutnya sektor investasi saat ini masih berkontribusi sebesar 25% dari GDP Indonesia, sehingga diharapkan bisa meningkat ke depannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Paling besar adalah dari konsumsi, domestik konsumsi yang mana 53% – 54%. kontribusi investasi ini diharapkan bisa lebih meningkat lagi, tidak hanya di level 24%, tapi bisa lebih dari itu, apalagi investasi akan menjadi kunci penting hilirisasi akan jadi kunci yang sangat penting juga dalam rangka kita mendapatkan investasi masuk ke Indonesia,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rosan juga melaporkan hasil kunjungan kerjanya ke China beberapa waktu lalu, terkait komitmen investasi sebesar US$ 7,46 miliar.
Dalam hal ini, terdapat dua komponen baru yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Kedua komponen pajak ini ditetapkan sebesar 66% dari besaran pajak terutang.
Alhasil, mulai tahun depan komponen pajak yang harus dibayarkan oleh pemilik kendaraan meliputi BBNKB, opsen BBNKB, PKB, opsen PKB, SWDKLLJ, biaya administrasi STNK, dan biaya admin TNKB.
Asal tahu saja, kebijakan opsen pajak ini mengacu pada Pasal 191 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Dalam aturan ini, opsen pajak menyasar PKB, BBNKB, dan Mineral Bukan Logam dan Bebatuan (MBLB).
Khusus untuk produk kendaraan bermotor, opsen PKB dan BBNKB akan dipungut oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab)/Pemerintah Kota (Pemkot) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebagaimana diketahui, tarif pajak akan berbeda-beda, tergantung dari kebijakan pemerintah daerah masing-masing. Misalnya, PKB untuk kendaraan pemilik pertama dikenakan maksimal 1,2% dan kepemilikan kedua serta seterusnya ditetapkan tarif secara progresif paling tinggi 6%.
Untuk daerah setingkat provinsi yang tidak terbagi dalam daerah kabupaten/kota otonom, tarif PKB kepemilikan pertama ditetapkan paling tinggi 2%. Di sisi lain, untuk kepemilikan kedua dan seterusnya ditetapkan tarif progresif dengan level tertinggi 10%.
Masyarakat pun dapat mengakses informasi soal status dan jumlah pajak untuk kendaraan melalui lamanĀ samsat.info/cek-pajak-kendaraan-bermotor-online.
Jika ada sebuah mobil yang memiliki PKB senilai Rp 1 juta, maka mobil ini kemudian akan dikenakan opsen PKB senilai Rp 660.000 atau 66% dari nilai PKB terutang. Dengan demikian, total PKB termasuk opsen PKB untuk mobil tersebut tercatat sebanyak Rp 1,6 juta.
Sementara itu, opsen BBNKB ditetapkan dengan menambah 66% dari BBNKB terutang yang ditetapkan. Pemilik mobil pun harus membayar opsen kedua komponen itu bersama dengan penyetoran pajak kendaraan bermotor.
Berikut ini merupakan simulasi dengan perhitungan tarif PKB 1,2%, BBNKB 12%, PPN 12%, PPnBM 15%, hingga opsen Pajak. Perhitungan ini menggunakan contoh pada mobil Toyota Avanza 1.3 E M/T yang memiliki nilai jual Rp 175 juta dan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Rp 183,75 juta, seperti tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 8 Tahun 2024 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat Tahun 2024.
Perlu dicatat, hitungan berikut ini hanya sebagai simulasi dengan besaran pajak yang ditentukan: