Nilai transaksi mencapai Rp 16,71 triliun yang melibatkan 23,19 miliar saham dalam 1,25 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar hari ini pun naik menjadi Rp 12.029,79 triliun.
Mengutip Refinitiv, mayoritas sektor berada di zona hijau. Energi memimpin kenaikan dengan 2,93%. Lalu bahan baku naik 2,87% dan konsumer non-primer naik 0,96%.
Tercatat, sejumlah saham tambang menjadi penggerak utama hari ini. Saham AMMN berkontribusi 15,02 indeks poin, BYAN menyumbang 9,56 indeks poin, DSSA 7,31 indeks poin, dan ANTM 7,31 indeks poin.
Sentimen positif datang bertepatan dengan melonjaknya harga emas setelah investor mengantisipasi potensi terjadinya resesi usai kontraksi ekonomi AS dan harga minyak mentah dunia yang terus jeblok usai OPEC+ menaikkan produksi dan kekhawatiran permintaan dari ekonomi raksasa berkurang.
Saham emiten tambang emas kongsi Salim-Bakrie, Bumi Resources Minerals (BRMS), melesat 5,88% pada perdagangan hari ini. Sementara itu tambang emas Grup Saratoga (MDKA) melonjak 5,95%.
Lalu emiten tambang emas Peter Sondakh (ARCI) melejit 8,52%. Selanjutnya emiten tambang emas dan perdagangan emas lainnya juga kompak menguat, termasuk PSAB naik 6,12%, UNTR naik 0,33% dan HRTA terapresiasi 6,82%.
Penguatan hari ini ini memperpanjang reli IHSG yang telah menguat dalam tujuh hari perdagangan beruntun dan dalam 17 hari perdagangan terakhir, hanya dua kali berakhir di zona merah. Dalam periode yang sama (17 hari perdagangan terakhir) atau sejak akhir perdagangan Rabu, 9 April 2025, IHSG tercatat telah melesat hingga 15,5%.
Meski telah melesat secara signifikan, perlu dicatat jika melihat secara historis, IHSG selama 10 tahun terakhir pada periode Mei dominan mencatatkan pelemahan, hanya di tahun 2015 dan 2020 IHSG menguat di periode Mei.
Sementara itu, sentimen yang akan memengaruhi pasar keuangan Tanah Air pekan ini datang dari dalam maupun luar negeri. Sentimen dari dalam negeri datang dari data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 yang di bawah ekspektasi konsensus.
Melambatnya pertumbuhan dapat berdampak ke banyak hal atau dengan kata lain memiliki multiplier effect dan spill over yang besar.
Apabila dampak ini tidak ditindaklanjuti dengan baik atau pun tidak diantisipasi oleh pemerintah, maka perekonomian Indonesia berpotensi mengalami kemunduran. Kondisi ini dapat menjadi sentimen buruk karena investor asing memiliki perspektif yang negatif terhadap Indonesia.
Sebagai informasi, Senin (05/05/2025), BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 tercatat hanya tumbuh 4,87% atau menjadi yang terendah semenjak tahun kedua Covid-19, yakni 2021. Angka tersebut hanya lebih baik dibandingkan kuartal I-2021 yang mencatatkan 3,53%.
Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia Research dari 14 institusi memperkirakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 4,94% (year on year/yoy) dan terkontraksi 0,9% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq) pada kuartal I-2025.
Dalam perkembangan berbeda harga minyak brent pada perdagangan Senin ditutup anjlok 1,7% ke US$ 60,23 atau terendah sejak Februari 2021. Harga minyak WTI juga anjlok 1,9% ke US$ 57,13 atau terendah sejak Februari 2021 atau empat tahun lebih.
Sementara itu, pelaku pasar kini menunggu rapat Federal Open Meeting Committee (FOMC) bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) yang digelar Selasa-Rabu waktu AS atau Rabu malam hingga Kamis dini hari waktu Indonesia.
Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani mengungkapkan pihaknya memproyeksikan permintaan batu bara dari India tahun ini mencapai 162 juta ton. Sedangkan, proyeksi permintaan batu bara dari Pakistan tahun ini mencapai 94 juta ton. “Kalau proyeksinya India kurang lebih 162 juta ton. Pakistan kurang lebih 94 juta ton,” kata Gita kepada CNBC Indonesia, Rabu (7/5/2025).
Sejatinya, sampai pada Maret 2025 ini, permintaan batu bara untuk kedua negara tersebut mengalami penurunan. Untuk India misalnya, turun hingga 31,42% atau 7,42 juta ton diperiode yang sama tahun lalu.
Bukan karena adanya perang, penurunan terjadi karena musim panas dan kebijakan pengurangan impor demi menggenjot produksi di dalam negeri. “Banyak industri disana telah mengurangi impor untuk pasokan domestiknya,” tambahnya.
Sementara Pakistan, permintaan batu baranya juga turun selama tiga tahun belakangan. Alasannya, Pakistan yang mendorong untuk memanfaatkan batu bara produksi lokal.
“Dalam tiga tahun terakhir pun terjadi penurunan impor batu bara Pakistan dari Indonesia, namun bukan karena perang melainkan karena kebijakan pemerintah Pakistan yang mendorong pemanfaatan batu bara lokal,” imbuhnya.
Berkenaan dengan kondisi global, belum bisa diprediksi pengaruhnya terhadap ekspor.
“Hanya saja secara umum tanpa melihat kondisi perang, sudah ada penurunan permintaan dari Indonesia yang salah satu penyebab utamanya dikarenakan kedua negara tersebut menggenjot domestik,” tandas Gita
Beberapa industri perlu melakukan investasi jumbo pada infrastruktur dan teknologi baru demi mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi sumber daya. Selain itu, kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang keberlanjutan turut menjadi hambatan.
Tak hanya itu, industri juga harus menghadapi tekanan dari regulator dan masyarakat dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas praktik keberlanjutan. Tantangan lainnya adalah bagaimana menyeimbangkan antara kebutuhan ekonomi dan kebutuhan lingkungan.
Padahal keberlanjutan membawa dampak positif bagi sektor industri. Dengan mengadopsi praktik berkelanjutan, industri dapat mengurangi biaya operasional melalui penghematan energi dan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi produksi.
Penerapan keberlanjutan juga meningkatkan reputasi industri di mata konsumen hingga investor. Industri yang berkelanjutan juga mampu mengurangi risiko terkait dengan perubahan regulasi, perubahan iklim, dan kekurangan sumber daya.
Di sisi lain, sektor industri memerlukan dukungan dari berbagai pihak dalam praktik keberlanjutan. Adapun regulator dapat memberikan insentif dan dukungan kebijakan untuk mendorong industri mengadopsi teknologi dan praktik berkelanjutan.
Dukungan juga dibutuhkan sektor industri dari para penyedia teknologi praktik keberlanjutan. Dengan dukungan yang komprehensif dari berbagai pihak, industri dapat mencapai tujuan keberlanjutan.
Dalam mendorong praktik keberlanjutan di sektor industri, Endress+Hauser Indonesia menggelar Endress+Hauser Indonesia Sustainability Recognition Forum 2025 dengan tema “Empowering Industry, Advancing Sustainability”. Acara ini akan digelar pada Kamis, 8 Mei 2025 pukul 09.30 WIB-13.30 WIB di ST Regis Hotel Jakarta.
Adapun kegiatan ini akan menghadirkan para pemangku kepentingan baik regulator maupun sektor industri. Mereka akan membahas tren dan urgensi sustainability di sektor industri Indonesia, tantangan antara profitabilitas dan kebutuhan untuk lebih berkelanjutan, hingga regulasi untuk adopsi teknologi berkelanjutan di sektor industri.
Selanjutnya, Trump juga menghapus kebijakan ‘de minimis’ yang membebaskan tarif impor untuk barang-barang di bawah US$800. Kebijakan de minimis selama ini menguntungkan Shein dan Temu untuk menjaga harga barang tetap murah.
Dengan kebijakan tarif dan penghapusan de minimis, Temu dan Shein dikhawatirkan kesulitan menjual barang dengan harga terjangkau. Padahal, selama ini bisnis mereka moncer karena menawarkan barang dengan harga miring.
Kendati demikian, beberapa pakar rantai pasokan mengatakan kebijakan Trump tak akan membunuh eksistensi Temu dan Shein di AS. Pasalnya, perusahaan China dikenal memiliki kemampuan beradaptasi yang baik di tengah terpaan bertubi-tubi dari AS.
“Jangan remehkan mereka [Temu dan Shein]. Aplikasi e-commerce China semacam ini sangat cekatan dan tangkas. Mereka memiliki rencana darurat dan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menanggung tarif dari perspektif margin,” kata Deborah Weinswig, CEO dan pendiri Coresight Research, dikutip dari CNBC International, Rabu (7/5/2025).
Lebih lanjut, Weinswig mengatakan Temu dan Shein masih memiliki strategi untuk ‘menjajah’ pasar e-commerce AS. Bahkan, daya kompetisinya bisa lebih tinggi dalam melawan raksasa e-commerce asal AS.
Senada dengan itu, CEO firma konsultan e-commerce pdPlus, Scott Miller, mengatakan Shein dan Temu akan tetap melanjutkan bisnisnya di AS dengan mengandalkan para pedagang lokal. Dengan begitu, mereka bisa menghindari ‘hukuman’ tarif tinggi.
“Banyak penjual saat ini di Temu dan Shein berlokasi di China atau negara-negara di dekatnya, tetapi tidak semuanya. Perusahaan-perusahaan lokal AS telah bergabung dengan platform ini dengan kecepatan yang makin tinggi. Beberapa klien kami telah bergabung atau memulai proses pendaftaran hanya dalam beberapa bulan terakhir,” ia menjelaskan.
Meski margin untuk menjual barang dagangan dari AS akan lebih rendah ketimbang mengirim langsung dari China, Temu dan Shein tetap dapat bersaing, menurut Miller.
Dalam kasus Temu, para pedagang disebut lebih tertarik dengan fee yang rendah untuk platform. Selain itu, sistem bantuan yang ditawarkan Temu untuk pedagang dalam menjajakan barang dinilai lebih baik daripada yang ditawarkan Amazon asal AS.
Dalam beberapa hari terakhir, Temu yang dimiliki PDD Holdings sudah mulai gencar menawarkan barang-barang dari gudang AS untuk konsumen AS.
Pakar menyebut banyak barang-barang tersebut yang memang memiliki bahan mentah dari China, tetapi dikirim dalam jumlah besar ke gudang-gudang AS.
Sementara itu, Shein mulai melakukan diversifikasi rantai pasokan dengan membangun operasi manufaktur di negara-negara luar China. Misalnya Turki, Meksiko, Brasil, dan dilaporkan juga Vietnam.
Perusahaan kemungkinan masih akan mengirim barang langsung dari China dan bisa jadi akan mengambil margin tipis karena tarif.
“Satu hal yang sangat baik dilakukan perusahaan China adalah strategi operasi yang mengandalkan margin tipis tetapi berdaya saing tinggi. Mereka akan mencari berbagai cara untuk bertahan,” kata profesor manajemen rantai pasokan di Miamy University, Henry Jin.
Terlepas dari kemampuan beradaptasi dan bersaing dengan sengit, tak bisa dibantah tarif Trump memang berdampak pada Temu dan Shein. Sejak pertengahan April lalu, harga-harga barang di Shein terpantau sudah naik sekitar 5-50%.
Temu juga sudah mulai menyesuaikan harga untuk barang-barang yang dikirim langsung dari China. Namun, Temu menegaskan harga jual untuk konsumen AS tak berubah karena platform bertransisi untuk bermitra dengan pedagang lokal.
Hal lain yang menjadi kunci sukses Temu dan Shein adalah antarmuka platform yang menggunakan berbagai strategi untuk menjaga ketertarikan pengguna. Misalnya dengan memberikan notifikasi berkala di HP, algoritma rekomendasi produk yang relevan, hingga menonjolkan tampilan barang-barang diskon serta flash sale.
Pada pekan ini, Temu menawarkan program ‘mega savings extravaganza’ yang berisi barang-barang lebih terjangkau untuk konsumen AS. Beberapa produk yang laris manis terjual adalah perhiasan dan alas matras murah. Belum jelas apakah barang-barang diskon itu merupakan timbunan inventaris sebelum tarif berlaku.
Selain itu, aplikasi asal China juga kerap menampilkan ‘mini-game’ dengan imbalan kupon atau cara lain agar konsumen bisa mengumpulkan penghargaan tertentu. Hal ini menjadi strategi untuk mendorong konsumen membeli lebih banyak barang.
Pakar menggarisbawahi kehebatan Shein dan Temi dalam strategi pemasaran, termasuk lewat livestreaming dan promosi media sosial.
Menurut Weinswig, pengecer Amerika gagal mengenali ancaman dari Temu dan Shein, serta menyesuaikan rantai pasokan dan model harga mereka.
Endress+Hauser Indonesia akan kembali menggelar Sustainability Recognition Forum 2025 dalam mendorong praktik keberlanjutan di sektor industri. Dengan tema “Empowering Industry, Advancing Sustainability”, forum ini akan berlangsung pada Kamis, 8 Mei 2025 pukul 09.30 WIB-13.30 WIB di ST Regis Hotel, Jakarta.
Selain menjadi wadah diskusi dan berbagi pengetahuan antara para pakar industri, pengguna, dan pemangku kepentingan, forum ini juga akan membahas tren serta urgensi keberlanjutan (sustainability) di sektor industri Indonesia. Topik yang diangkat mencakup tantangan dalam menyeimbangkan profitabilitas dengan kebutuhan untuk menerapkan praktik yang lebih berkelanjutan, serta pentingnya regulasi dalam mendorong adopsi teknologi ramah lingkungan di sektor industri.
Sebagai bentuk apresiasi, Endress+Hauser Indonesia juga akan memberikan penghargaan kepada para klien yang telah menunjukkan komitmen aktif dalam proyek-proyek keberlanjutan.
Pada 2024, Endress+Hauser menyelenggarakan Sustainability Recognition Forum yang bertajuk “Unlocking Energy Efficiency”. Forum ini telah sukses menjadi wadah diskusi untuk mengatasi tantangan serta peluang dalam pengelolaan transformasi industri menuju keberlanjutan.
“Tujuan dari diadakannya forum ini adalah untuk mewadahi kolaborasi, berbagi wawasan, dan memberi inspirasi pendekatan inovasi menuju keberlanjutan (sustainability) industri proses kontrol di Indonesia. Bagi kami kehadiran para pemangku kepentingan baik dari pemerintah dan para pelaku industri proses kontrol di Indonesia, akan memperkaya diskusi dan memberikan kontribusi bagi keberhasilan inisiatif penting ini,” kata President Director PT Endress+Hauser Indonesia Henry Chia, Rabu, (7/5/2025).
Selama acara, para peserta berkesempatan terlibat dengan pakar industri, para thought leaders, dan sesama pelaku industri proses kontrol, serta mendapatkan wawasan berharga tentang tren dan perkembangan terkini dari praktik keberlanjutan. Para panelis yang hadir adalah para ahli dari berbagai sektor, yang berbagi pengalaman dan perspektif mereka dalam mendorong inisiatif keberlanjutan ke depan.
Country Sales Manager (Solutions)-Indonesia, Business Unit Solutions-Asia Pacific PT. Endress+Hauser Indonesia, Madhav Raskar, yang menjadi salah satu pembicara pada tahun lalu mengatakan, untuk bisa mendapatkan parameter yang tepat dan sesuai, semua harus terukur.
“Kita harus mampu menganalisis data dan memberikan saran untuk bagaimana agar energi-energi ini dapat dikelola dengan lebih baik. Endress+Hauser hadir untuk membantu Indonesia mencapai tujuan dan target utamanya, yaitu mengurangi penggunaan emisi. Untuk itu, kami mampu untuk memberikan solusi terhadap segala situasi ataupun permasalahan yang tengah dihadapi,” kata Madhav.
“Misalnya saja, ada calon client yang bergerak di industri kimia ingin mengetahui seberapa jauh efisiensi perusahaan mereka dalam mengolah energi. Dalam hal ini, awalnya kami akan menanyakan berapa banyak penggunaan energi yang ingin mereka kurangi? Berdasarkan jawabannya, kami akan mampu membantu menunjukkan beberapa kemungkinan ataupun output yang bisa dicapai oleh perusahaan tersebut, dan selanjutnya kami akan melakukan monitoring konsumsi energi agar supaya mereka dapat segera mencapai target akhirnya,” tambahnya.
Mengulang kesuksesan tahun lalu, Sustainability Recognition Forum 2025 akan kembali menghadirkan para pemangku kepentingan baik regulator maupun sektor industri. Para tokoh yang akan hadir tahun ini adalah Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Eniya Listiani Dewi.
Di samping itu, akan hadir President Supervisory Board Endress+Hauser Group Matthias Altendorf, President Director Endress+Hauser Indonesia Henry Chia, VP Sustainability Program, Rating, and Engagement PT Pertamina (Persero) Indira Pratyaksa, VP Division Head of Sustainability MIND ID Binahidra Logiardi, President Director Bühler Indonesia Philippe De Meyer, Ambassador of Switzerland to Indonesia, Timor-Leste, and ASEAN H.E. Oliver Zehnder, CEO Downstream PT SMART Tbk Budiono Muljono, Head of Public Affairs and Sustainability Danone Indonesia Ratih Anggraeni.
Kedua kelompok ini sudah lama dianggap sebagai organisasi teroris oleh Dewan Keamanan PBB dan dinilai bertanggung jawab atas berbagai serangan di wilayah India, terutama di Kashmir.
Dalam operasi yang berlangsung selama 25 menit, India meluncurkan 24 rudal yang diarahkan ke sembilan lokasi yang disebut sebagai “kamp teroris” di wilayah Pakistan dan Pakistan Kashmir.
Serangan dimulai pada pukul 01.05 hingga 01.30 waktu setempat, melibatkan koordinasi antara Angkatan Darat, Laut, dan Udara India. Pemerintah Pakistan melaporkan bahwa serangan tersebut juga mengenai enam lokasi strategis, termasuk bendungan dan proyek tenaga air, dengan total dua lusin dampak ledakan.
“India telah menjalankan haknya untuk merespons, mencegah, dan menghalangi lebih banyak serangan lintas batas. Tindakan ini bersifat terukur, tidak memicu eskalasi, proporsional, dan bertanggung jawab. Fokusnya adalah untuk menghancurkan infrastruktur teroris dan menetralkan teroris yang diperkirakan akan dikirim ke India,” kata Menteri Luar Negeri India Vikram Misri.
Berikut sembilan lokasi yang menjadi target serangan India, dilansir dari Reuters:
Kamp Markaz Taiba
India mengatakan bahwa kamp ini, yang berjarak 25 km dari perbatasan de-facto, merupakan markas besar kelompok militan LeT, yang terkait dengan serangan di Kashmir bulan lalu.
Ajmal Kasab, satu-satunya pelaku serangan Mumbai 2008 yang ditangkap hidup-hidup, juga dilatih di fasilitas ini. Lebih dari 160 orang tewas dalam serangan di ibu kota finansial India tersebut.
Kamp Markaz Subhan
Terletak paling dalam di wilayah Pakistan, sekitar 100 km dari perbatasan, kamp ini merupakan markas besar kelompok JeM dan digunakan untuk perekrutan, pelatihan, dan doktrinasi, menurut pernyataan India.
Kamp Mehmoona Joya
India mengatakan bahwa serangan-serangan yang direncanakan dan dieksekusi dari kamp ini-sebuah fasilitas pelatihan milik kelompok militan Hijbul Mujahideen yang berjarak 12 km dari perbatasan-termasuk serangan terhadap pangkalan udara India pada tahun 2016 yang menewaskan tujuh orang.
Kamp Gulpur
Kamp ini merupakan basis bagi LeT yang berlokasi 30 km dari perbatasan. India menambahkan bahwa serangan pada bulan Juni yang menargetkan para peziarah di wilayah Poonch, Kashmir, yang menewaskan sembilan orang, merupakan salah satu dari aksi teror yang direncanakan oleh “teroris” yang dilatih di fasilitas tersebut.
Zaki-ur-Rehman Lakhvi, dalang serangan Mumbai 2008, juga sering mengunjungi kamp ini.
Kamp Sarjal
India menyebutkan bahwa para pelaku serangan pada bulan Maret yang menewaskan empat personel polisi di Jammu dan Kashmir, India, dilatih dan diberangkatkan dari kamp ini, yang berjarak 6 km di dalam wilayah Pakistan.
Kamp Abbas
Kamp ini, yang berlokasi 13 km dari perbatasan, disebut sebagai “pusat saraf” untuk pelatihan pelaku bom bunuh diri LeT, menurut pernyataan India.
Kamp Syedna Belal
India menyebut bahwa kamp ini, yang berfungsi sebagai area persiapan bagi JeM, digunakan untuk memberikan pelatihan senjata, bahan peledak, dan teknik bertahan hidup untuk “aktivitas terorisme” di Kashmir, India.
Kamp Sawai Nala
Terletak sekitar 30 km dari perbatasan de-facto, kamp ini merupakan fasilitas pelatihan utama bagi LeT, menurut India.
Kamp Barnala
India menyatakan bahwa fasilitas ini digunakan untuk melatih para teroris dalam penanganan senjata, pembuatan alat peledak improvisasi, dan teknik bertahan hidup di hutan.
Pada hari Kamis (3/4/2025) lalu, Presiden AS Donald Trump menabuh perang dagang, dengan mengumumkan kenaikan tarif bea masuk (BM) atas barang-barang yang diimpor dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Trump memutuskan menaikkan tarif dasar, memberlakukan tarif resiprokal atau timbal balik, dan mengenakan besaran khusus untuk tarif BM sektoral.
Langkah itu, menurut Trump, dilakukan untuk mengembalikan kekuatan ekonomi AS. Kata dia, selama ini negara-negara di dunia telah memperlakukan barang produksi AS tidak adil.
Seyogiyanya, tarif resiprokal dan sektoral itu mulai berlaku 9 April 2025 lalu. Namun, Trump memutuskan untuk menunda selama 90 hari.
Kini, kebijakan Trump mengenakan tarif impor yang tinggi telah menimbulkan efek domino. Bukannya makin membaik, justru kebijakan itu jadi bumerang bagi ekonomi AS.
Maskapai Penerbangan di AS Terpuruk
Kali ini, perang dagang yang digencarkan Trump makan korban baru “senjata makan tuan”, yaitu sektor penerbangan. Khususnya, penerbangan berbiaya rendah alias low cost carrier (LCC).
Reuters melaporkan, maskapai LCC di AS mulai melakukan pemangkasan dan efisiensi demi menjaga marjin keuntungan.
“Penurunan permintaan akibat perang dagang Presiden Donald Trump membuat semua maskapai penerbangan AS terpuruk. Dan, yang paling parah merasakan efeknya adalah maskapai penerbangan berbiaya rendah,” tulis Reuters, Rabu (7/5/2025).
Di antaranya disebutkan ada Southwest, Frontier, dan Jetblue, maskapai LCC yang tengah mengalami penurunan marjin operasional yang tajam pada kuartal pertama tahun 2025. Hal itu disimpulkan dengan membandingkan kinerja marjin maskapai Delta dan United Airlines yang dilaporkan bertahan di tengan penurunan permintaan penerbangan.
Diprediksi, gap atau kesenjangan marjin antara maskapai LCC dengan yang berlayanan penuh akan semakin lebar. Hal ini terjadi di tengah ancaman perlambatan pertumbuhan ekonomi dan potensi kenaikan inflasi.
Kondisi yang dialami maskapai LCC ini dikabarkan adalah lanjutan tekanan yang terjadi sejak pascapandemi.
Dilaporkan, maskapai LCC kini mulai memangkas kapasitas atau kursi yang tersedia untuk melindungi margin mereka. Sementara, United dan Delta menambah penerbangan dan menerima pemesanan dengan tarif yang lebih rendah.
Dari sembilan lokasi yang dihantam oleh rudal India, tujuh di antaranya diklaim sebagai kamp pelatihan milik dua kelompok militan, Lashkar-e-Taiba (LeT) dan Jaish-e-Mohammad (JeM).
Kedua kelompok ini sudah lama dianggap sebagai organisasi teroris oleh Dewan Keamanan PBB dan dinilai bertanggung jawab atas berbagai serangan di wilayah India, terutama di Kashmir.
Lashkar-e-Taiba
Lashkar-e-Taiba, yang berarti “Tentara Orang Suci,” berbasis di provinsi Punjab, Pakistan. Kelompok ini didirikan dengan fokus utama untuk memerangi kekuasaan India di wilayah Kashmir.
Menurut laporan Dewan Keamanan PBB, LeT terlibat dalam berbagai operasi teror besar, termasuk serangan di Mumbai pada tahun 2008 yang menewaskan 166 orang, serangan terhadap kereta komuter di Mumbai pada tahun 2006, dan serangan terhadap parlemen India pada tahun 2001.
Pemerintah Pakistan mengeklaim bahwa kelompok tersebut telah dilarang dan dinetralkan. Namun, kritik menyebut bahwa LeT masih beroperasi di balik kedok organisasi amal. Hafiz Saeed, pendiri LeT, ditangkap pada 2019 dan dihukum atas tuduhan pendanaan terorisme. Saat ini, ia menjalani hukuman penjara selama 31 tahun di Pakistan.
Jaish-e-Mohammad
Jaish-e-Mohammad (JeM) atau “Tentara Muhammad” juga berbasis di Punjab, Pakistan. Kelompok ini didirikan oleh Masood Azhar setelah ia dibebaskan dari penjara India pada tahun 1999 sebagai bagian dari pertukaran tahanan dengan 155 sandera yang ditahan dalam pembajakan pesawat Indian Airlines di Kandahar, Afghanistan.
Pakistan melarang kelompok ini pada tahun 2002, menyusul keterlibatan JeM dalam serangan terhadap parlemen India pada 2001 bersama LeT. Meski secara resmi dilarang, otoritas Amerika Serikat dan India mengeklaim bahwa JeM masih beroperasi secara terbuka di wilayah Pakistan.
JeM dikenal sebagai kelompok yang bertanggung jawab atas sejumlah bom bunuh diri di Kashmir, tempat India menghadapi pemberontakan bersenjata sejak akhir 1980-an, meskipun kekerasan di wilayah itu telah berkurang dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam serangan udara India baru-baru ini, JeM melaporkan bahwa 10 anggota keluarga dari pemimpinnya, Masood Azhar, menjadi korban. Namun, Pakistan menyangkal keterlibatan kedua kelompok tersebut dalam serangan teroris di Kashmir bulan lalu, meskipun India secara tegas menuduh kelompok yang terkait dengan LeT sebagai dalangnya.
Paus baru itu akan meneruskan tahta jabatan Petrus, sebagai Paus Katolik yang pertama. Dia adalah 1 dari 12 rasul Yesus yang pertama.
Konklaf digelar di Kapel Sistina, Vatikan, Roma. Rangkaian Konklaf dimulai dengan perayaan misa kudus pada pagi hari, pukul 10.00 waktu Roma. Misa ini ditujukan untuk mengawal Konklaf agar prosesnya diberkati Roh Kudus.
Kemudian pada pukul 16.30 waktu Roma atau 21.20 WIB, para Kardinal elektor atau yang berhak memilih dan dipilih melakukan prosesi dari Kapel Paulina ke Kapel Sistina, sambil melantunkan Veni Creator, memohon Roh Kudus.
Kemudian, para Kardinal elektor masing-masing akan mengucapkan janji kerahasiaan, setelah pimpinan proses Konklaf membacakan ketentuan dan aturan wajib Konklaf.
Pintu Sistina Ditutup, Konklaf Dimulai
Momen sebelum Konklaf dimulai, sebelum Kapel Sistina ditutup rapat, Kardinal pemimpin proses Kardinal menyerukan “Extra omnes!”. Artinya, “semuanya keluar!”.
Pintu ditutup. Para Kardinal elektor akan putus kontak dari dunia luar selama pemungutan suara. Konklaf resmi dimulai.
Selanjutnya, umat Katolik di seluruh dunia, tinggal menunggu keluarnya asap dari cerobong yang sudah dipasang sejak pekan lalu. Jika asap yang keluar berwarna putih, artinya, Paus baru terpilih.
Mengutip Catholic News Agency, pada saat Konklaf pemilihan Paus Fransiskus dibutuhkan 5 kali pemungutan suara selama 2 hari. Pemilihan Paus Benediktus XVI melalui 4 kali pemungutan suara selama 2hari, dan pemilihan Paus Yohannes Paulus II butuh 8 kali pemungutan suara selama 3 hari.
Setelah Kardinal Pietro Parolin membacakan ketentuan Konklaf, dia pun mengucap sumpah sebelum Konklaf dimulai. Sumpah itu sebagai janji menjalani Konklaf tanpa campur tangan dunia luar, menyerahkan kepada kehendak Tuhan, menjaga kerahasiaan.
Surya dan angin, dua pilar utama EBT di Indonesia, bersifat intermittent-menghasilkan listrik hanya saat matahari bersinar atau angin bertiup. Ketika keduanya berhenti, sistem menjadi rapuh. Tanpa solusi sistemik, kondisi ini bisa membahayakan kedaulatan energi nasional.
Karena itu, Sistem Penyimpanan Energi Nasional atau Energy Storage System (ESS) perlu diposisikan bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai fondasi dari sistem energi baru. Negara-negara maju telah menyadari hal ini lebih awal dan menginvestasikan miliaran dolar untuk memperkuat sistem penyimpanan energi mereka. Kini saatnya Indonesia menempuh langkah yang sama.
Energi yang tidak dapat disimpan, sejatinya bukanlah energi yang sepenuhnya bisa diandalkan. Tanpa sistem penyimpanan yang kuat, EBT hanya bisa digunakan saat sumbernya tersedia.
Sistem kelistrikan nasional akan tetap tergantung pada PLTU dan PLTD. Beban puncak sulit diatasi tanpa penggunaan BBM sebagai cadangan. Kondisi ini menjadikan Indonesia sangat rentan terhadap volatilitas pasar energi global.
Padahal, potensi EBT Indonesia sangat besar: lebih dari 3.600 GW potensi surya, 155 GW potensi angin, dan puluhan gigawatt dari hidro, panas bumi, dan biomassa. Sayangnya, semuanya akan menjadi tidak relevan bila tidak disertai dengan solusi penyimpanan energi skala besar dan sistemik.
Benchmark Energy Storage System dari negara lain China memimpin dunia dalam implementasi dan investasi ESS. Pada 2023, kapasitas ESS mereka telah mencapai lebih dari 16 GW, dan pemerintah China menargetkan kapasitas ESS sebesar 100 GW pada 2030.
China mengintegrasikan ESS dalam semua proyek EBT skala besar, dari PLTS di gurun Gobi hingga pembangkit angin lepas pantai. Investasi besar-besaran juga dilakukan pada pengembangan baterai sodium-ion dan sistem pumped hydro storage sebagai solusi jangka panjang.
Melalui program Long Duration Energy Storage (LDES), Departemen Energi AS mendanai riset dan pengembangan teknologi ESS non-baterai seperti hydrogen storage, thermal storage, dan CAES (Compressed Air Energy Storage). Target mereka adalah mengembangkan ESS dengan daya tahan lebih dari 10 jam.
California menjadi pelopor dengan lebih dari 5 GW ESS terpasang, didorong oleh regulasi ketat dan pasar listrik kompetitif. Konsumen rumah tangga pun didorong untuk menggunakan solar + storage, dengan insentif yang dikaitkan dengan keandalan pasokan energi saat kebakaran hutan atau pemadaman terencana.
Jerman mengembangkan ESS tidak hanya dalam skala utilitas, tetapi juga dekat dengan masyarakat. Pemerintah mendukung pembentukan koperasi energi yang mengoperasikan ESS komunitas, memungkinkan rumah tangga berbagi listrik. Dengan kapasitas ESS rumah tangga mencapai ratusan MWh, Jerman berhasil mengurangi tekanan pada grid dan menghindari pemborosan produksi EBT saat puncak siang hari.
India menetapkan target 50 GW ESS pada 2030. Proyek National Battery Energy Storage Mission difokuskan untuk mendukung ekspansi solar park dan PLTB di Rajasthan, Gujarat, dan Tamil Nadu. Pemerintah India bahkan melelang proyek ESS dalam skala gigawatt dengan skema tarif tetap, menjamin pengembalian modal investor swasta.
Korea Selatan menggunakan ESS sebagai katalisator untuk memperkuat industri baterainya. ESS tidak hanya dianggap sebagai infrastruktur energi, tetapi juga bagian dari strategi industri nasional. Pemerintah memberikan subsidi hingga 50% untuk ESS yang digunakan di gedung-gedung komersial, kawasan industri, dan transportasi publik.
Kapasitas ESS Indonesia Saat ini, kapasitas ESS Indonesia masih sangat minim, kurang dari 0.1 GW, sebagian besar berasal dari proyek PLTS skala kecil dan hybrid system di daerah terpencil. Belum ada peta jalan nasional atau kebijakan yang mewajibkan komponen penyimpanan dalam proyek EBT skala besar.
Indonesia memiliki keunggulan strategis seperti cadangan nikel, kobalt, dan mangan untuk industri baterai; ribuan pulau yang bisa menjadi pilot project microgrid + ESS; kawasan industri hijau seperti di Kalimantan Timur sebagai zona integrasi PLTS-baterai-industri; serta SDM muda yang bisa dilatih dalam pengembangan ESS. Namun tanpa arah kebijakan yang jelas, keunggulan ini akan berubah menjadi jebakan komoditas biasa. Pemerintah perlu segera menentukan target nasional Energy Storage System sevara berkala, seperti 1 GW ES
S pada 2030 dan 10 GW ESS pada 2045. Proyek percontohan dapat dibangun di Kalimantan Timur untuk mendukung KEK Hijau berbasis PLTS dan hidrogen, di NTT dan Papua untuk daerah terpencil off–grid, dan di Jawa Tengah untuk integrasi dengan PLTS industri dan beban puncak Jawa.
PT PLN (Persero), sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki kapabilitas teknis, pengalaman operasional, serta kapasitas kelembagaan yang mumpuni, seyogianya diberikan peran strategis sebagai pelaksana utama atau integrator dalam pengelolaan proyek ini.
Dengan mempertimbangkan posisi PLN yang memiliki daya jangkau nasional dan pengalaman dalam pengelolaan infrastruktur energi, keterlibatan langsung PLN menjadi krusial, khususnya dalam mengoordinasikan dan membawahi BUMN lain yang relevan seperti Pertamina Power dan Indonesia Battery Corporation, guna memastikan sinergi, efisiensi, serta keberhasilan implementasi proyek secara menyeluruh.
Sementara Danantara Indonesia dapat bertindak sebagai anchor investor jangka panjang. Insentif fiskal seperti tax holiday dan bea masuk nol untuk ESS dan komponen baterai juga penting. Feed–inpremium dapat diberikan untuk daya yang disimpan dan dilepas saat beban puncak. Selain itu, perlu dibentuk Pusat Riset Penyimpanan Energi Nasional serta program beasiswa riset untuk pengembangan baterai pasca-lithium.
Sistem transmisi dan distribusi listrik Indonesia sangat terpusat dan rawan gangguan. Jika satu gardu induk utama trip, bisa terjadi efek berantai yang melumpuhkan wilayah luas. Gangguan akibat bencana alam, ketidakseimbangan beban, atau kerusakan teknis sudah berulang kali memicu blackout berskala provinsi.
Studi internasional memperkirakan kerugian akibat blackout bisa mencapai 1% dari PDB. Tanpa penyimpanan yang baik, sektor vital seperti rumah sakit, logistik, dan industri akan akan rentan apabila terjadi force majeure.
ESS dapat berperan sebagai tameng terakhir yang menjaga perekonomian tetap berjalan. ESS dapat menciptakan titik-titik ketahanan energi seperti rumah sakit dan fasilitas darurat, kawasan industri dan manufaktur, pelabuhan, bandara, dan pusat logistik, serta kawasan perdagangan dan layanan digital.
ESS adalah bagian dari infrastruktur nasional baru. Seperti halnya tol dan pelabuhan, ESS harus menjadi backbone kedua dalam sistem kelistrikan modern. Sistem terdesentralisasi dan modular akan menjamin Indonesia lebih tahan terhadap guncangan masa depan.
Energi yang paling strategis adalah energi yang tersedia saat semua sistem lain gagal. ESS bukan hanya soal mendukung EBT, tapi soal mempertahankan fungsi dasar negara. Energi tersimpan adalah simbol kedaulatan.
Sudah saatnya Indonesia membangun Sistem Penyimpanan Energi Nasional sebagai bagian dari arsitektur ketahanan nasional.