OJK sebut tantangan ITSK jaga keseimbangan inovasi & manajemen risiko

OJK sebut tantangan ITSK jaga keseimbangan inovasi & manajemen risiko

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan tantangan terbesar inovasi teknologi sektor keuangan (ITSK) yakni menjaga keseimbangan antara inovasi yang tumbuh dengan cepat, tanpa meninggalkan disiplin manajemen risiko yang menjadi pagar pengaman bagi keberlanjutan sektor keuangan.

“Dinamika industri inovasi teknologi sektor keuangan ini tidak sekadar berbicara tentang kecanggihan aspek teknologinya semata, melainkan tentang kemampuan membangun keseimbangan antara keberanian berinovasi dan kedisiplinan dalam mitigasi risiko,” kata Kepala Eksekutif Pengawas ITSK IAKD OJK Hasan Fawzi di Jakarta, Selasa.

Hasan menegaskan upaya menyeimbangkan inovasi dan manajemen risiko tidak dapat hanya diemban oleh regulator, melainkan membutuhkan kontribusi aktif dari seluruh entitas dalam ekosistem keuangan digital nasional.

Dalam konteks ini, peran asosiasi industri dinilai sangat vital, bukan hanya sebagai jembatan komunikasi antara regulator dan pelaku usaha, tetapi juga sebagai penggerak yang memastikan praktik terbaik dapat diadopsi secara kolektif dan bertanggung jawab.

Hasan mengatakan penyelenggara ITSK memikul tanggung jawab ganda. Di satu sisi mereka didorong menghadirkan inovasi yang relevan, adaptif, dan inklusif untuk menjawab kebutuhan masyarakat, namun di sisi lain dituntut menginternalisasi prinsip tata kelola yang baik dan kuat.

Industri ITSK juga memiliki peran yang krusial. Adopsi teknologi baru seperti artificial intelligenceopen APIreal-time payment, hingga digital identity, diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara akses dan pemanfaatan layanan keuangan.

Hasan mengatakan sektor ITSK akan terus menjadi motor utama yang dapat mempercepat inklusi, memperluas kemudahan akses, dan meningkatkan efisiensi dari layanan keuangan. Namun di sisi lain, kehadiran teknologi baru juga terus membawa eksposur baru yang berkaitan dengan risiko-risiko baru.

“Yang jelas kita hadapi bersama ada potensi berupa penipuan, aktivitas ilegal, maupun ancaman stabilitas terhadap sistem keuangan kita,” ujar Hasan.

Menyadari kompleksitas tantangan dalam dinamika layanan keuangan digital, OJK menegaskan pentingnya peran untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta mendorong transformasi menuju ke arah yang lebih adaptif dan inovatif.

Sebagaimana tertuang dalam POJK No. 3 2024, pengawasan yang dilakukan tidak dimaksudkan untuk menghambat inovasi dan kreativitas, melainkan diharapkan menjadi landasan berpijak yang memberikan arah, kepastian, dan pelindungan.

kingslot daftar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*